Rabu, 28 April 2010

KIRIM SPARE PARTS KE KANGEAN ENERGI




Hari Sabtu, tanggal 24 April 2010, kami mengangkut barang spare parts berupa bearing dan lain lain ke PT Kangean Energi, di Banyuwangi..
Barang kami ambil dari daerah jalan Daan Mogot, Jakarta. Karena ada permintaan dari Pengirim harus di Packing, karena juga standar penerimaan barang di PT KAngean harus dalam keadaan terpacking, Maka barang itu kami packing terlebih dahulu di Gudang kami.
Barang diterima oleh PT Kangean pada tanggal 27 April, pagi hari.

Senin, 22 Maret 2010

KIRIMAN BARANG PINDAHAN RUMAH













Tanggal 20 Maret 2010, Kami mengerjakan pindahan rumah di bilangan Puri Kembangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.. Adapun dari pemilik rumah yang akan pindah ke kota Semarang, meminta kami sekalian dengan pemakingan barang barangnya yang akan di pindah.
Untuk pengerjaan pemackingan, kami laksanakan satu hari sebelumnya, tanggal 19 Maret 2010.
Barang yang akan di packing dan yang akan dibawa cukup banyak, sehingga memakan waktu satu hari penuh untuk pemackingan dan satu hari untuk loading ke Truck Fuso.

Kamis, 18 Maret 2010

Optimalisasi Kereta Api Angkutan Barang





Lima jalur kereta api angkutan barang yang akan diluncurkan akhir tahun nanti mendapat sambutan baik dari berbagai kalangan. Optimalisasi terhadap pengadaan jalur baru tersebut perlu digalakkan guna mengefektifkan fungsinya.

Anggota Komisi V DPR Abdul Hakim mengatakan langkah-langkah optimalisasi tersebut antara lain memfungsikan kembali jalur-jalur yang sudah ada, termasuk memfungsikan kembali rel yang tidak berfungsi. Langkah lainnya yaitu pengalihan angkutan barang dari jalan raya ke kereta api angkutan barang dari jalan raya ke angkutan barang, dan juga kebijakan anggaran.

“Faktanya saat ini sebagian orang ada di jalan raya,” ungkap Abdul Hakim, di Jakarta, Selasa (10/11).

Kepadatan di jalan raya telah menimbulkan berbagai masalah, termasuk polusi udara dan kemacetan. Angkutan barang yang jumlahnya tinggi turut berpotensi merusak jalan. Departemen Perhubungan sendiri setiap tahunnya mempersiapkan dana Rp 10 triliun untuk perbaikan jalan.

Dukungan sarana dan prasarana berupa gerbong kereta dan jalur kereta yang memadai pun perlu diperhatikan. “Prasarana harus ditambah, jaringan, kereta, juga sinyal,” kata Ketua Forum Perkeretaapian Djoko Setijowarno.

Selain di Jawa, kereta api angkutan barang juga akan beroperasi di Sumatera Selatan, yaitu KA Batubara dari Merapi-Kramasan. Angkutan lain yang akan beroperasi adalah KA barang Overnight Service rute Jakarta-Surabaya, KA Aqua Sukabumi Jakarta, KA Baja Cilegon-Pasar Turi, dan KA Parcel 2 Jakarta-Surabaya.

Senin, 15 Maret 2010

KIRIMAN RANTAI KAPAL









Tanggal 13 Maret 2010, Kami mengirim 2 Peti yang berisi rantai Kapal.
Barang kami ambil di gudang di kawasan daerah Kebon Jeruk. Rantai yang dikirim cukup berat, kurang lebih 1 ton untuk satu unitnya. Karena kami Loading pada hari Sabtu, yang seharusnya bisa di terima di PT Camar Resources Canada ( CRC ), di Perak Surabaya, pada hari Minggu, namun karena hari minggu di penerima libur, maka barang baru diterima Hari Senin, tanggal 15 Maret 2010.

Rabu, 24 Februari 2010

Pengiriman Ke Batam, Material untuk HCPT ( 3 )











Pengiriman Material berupa Pole pipa KWH, Ladder, Tray, Box KWH, Box ACPDB dan material lainnya kami ambil dari Gudang pada tanggal 12 Februari 2010. Kiriman material dengan tujuan 4 alamat atau 4 site yang semuanya di pulau Batam. Karena untuk penerimaaannya di Batam nya untuk 4 alamat maka dari waktu kami loading sudah kami pisah pisahkan dan kami beri tanda atau markingan untuk membedakannya.

Pengiriman ke Kangean, Tanjung Wangi, Banyuwangi






Tanggal 10 Februari 2010, Kami mengirim material berupa Valve hidrolik yang kami Pick Up dari PT Contromatic Prima Mandiri untuk dikirimkan ke PT Kangean Energi, Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur. Material tersebut kami ambil dengan truck, rupanya material tersebut belum di packing, jadi kami harus menunggu untuk proses pemackingan tersebut.
Baru sekitar jam 21.30, malam, selesai pemackingan dan langsung kami loading ke Truck dengan di bantu oleh orang gudang.
Karena selesai loadingnya sudah cukup larut malam, supir kami juga sudah cukup lelah dan kami tidak mau ambil resiko untuk perjalanan atau berangkat malam hari, maka truck kami berangkatkan pada pagi harinya. Material di terima di Kangean pada tanggal 13 Februari , pagi hari.

Rabu, 06 Januari 2010

Pemerintah Akan Rapikan Kawasan Sekitar Rel Kereta







Pemerintah akan melakukan relokasi penduduk sekitar kawasan rel sepanjang jalur kereta api mulai dari Stasiun Tanjung Priok sampai dengan Stasiun Kota, Jakarta. Upaya ini untuk menciptakan konsep pengembangan jalur kereta api.
Hal tersebut disampaikan Menko Kesra Aburizal Bakrie, saat jumpa pers seusai meninjau jalur kereta api lintas Stasiun Tanjung Priok-Stasiun Kota.
"Kami melihat kawasan-kawasan itu. Karena itu, kami minta pembersihan. Rumah-rumah kumuh harus ditertibkan," kata Menteri yang akrab disapa Ical ini, di Stasiun Kota, Jakarta, Jumat (8/5). Ia menilai hunian serta kegiatan ekonomi di sekitar kawasan tersebut sangat membahayakan.
Selain itu, pemerintah juga akan merapikan pengelolaan sampah di sekitar kawasan tersebut. "Masalah sampah harus dibersihkan karena menyangkut masalah kesehatan yang bisa menimbulkan masalah baru," tuturnya.
Menter Keuangan sekaligus Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati mengakui relokasi masyarakat di sekitar jalur kereta api membutuhkan upaya keras karena berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi.
Karena itu, untuk mengatasi masalah ini pemerintah akan mempertimbangkan berbagai dimensi seperti masalah infrastruktur. Kerja sama akan dibangun antara Departemen Perhubungan dan PT Kereta Api. Dephub dalam hal ini akan melakukan revitalisasi kereta api, serta jalur, dan kebersihannya. Sedangkan PT KA juga akan melakukan pembersihan jalur kereta api.
"Dephub dan PT KA yang menjadi operator harus melaksanakan secara terus menerus. Kerja sama dengan instansi lain dengan sendirinya akan dilaksanakan," tuturnya.
Sedangkan dimensi lainnya adalah dimensi sosial yang akan mempertimbangkan unsur penataan kawasan.

Angkutan Barang KA Akan Dioptimalkan






BANDUNG, KOMPAS.com - Departemen Perhubungan dan Departemen Perdagangan sepakat bersinergi mengoptimalkan moda transportasi kereta api, khususnya di sektor angkutan barang menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi biaya pengiriman logistik pelaku usaha.

”Kami menyadari potensi angkutan barang menggunakan KA. Namun, saat ini ada sejumlah bottleneck (hambatan) yang harus dihilangkan. Untuk itu, kami akan mempelajarinya dan membuat solusi terbaik untuk meningkatkan volume industri dan perdagangan,” kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di sela peninjauan Terminal Peti Kemas Bandung (TPKB) Gedebage, Selasa (1/12) di Bandung, Jawa Barat.

Ia mengakui, selama ini pihak PT Kereta Api selalu mengalami berbagai kendala ketika berencana mengoptimalkan angkutan barang dari TPKB Gedebage. Kendala tersebut, antara lain, berupa tarif angkutan yang kurang kompetitif dibandingkan dengan truk serta terputusnya akses jalur KA dari Stasiun Pasoso menuju Dermaga Tanjung Priok sepanjang 2,5 kilometer.

”Saat ini proses penyambungan jalur Pasoso-Tanjung Priok masih dalam tahap pembebasan lahan,” kata Bambang.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan Tunjung Inderawan mengatakan, pemerintah akan melanjutkan pembangunan jalur KA Pasoso-Pelabuhan Tanjung Priok yang dianggarkan Rp 61,9 miliar. Pembangunan dimulai akhir tahun ini.

Menurut Bambang, pemerintah tetap berkomitmen membuat angkutan barang dari TPKB Gedebage bisa langsung mencapai pelabuhan. Bahkan, mendekati terminal bongkar muat ke kapal. Dengan demikian, eksportir akan lebih tertarik mengirimkan barang menggunakan KA menuju Tanjung Priok.

Tarif kompetitif

Untuk lebih menarik minat pengusaha, pihak TPKB awal Oktober juga telah memberi penawaran tarif yang lebih kompetitif dengan layanan terpadu. Layanan itu meliputi penjemputan barang dari pabrik ke TPKB dengan truk, pengangkutan dengan kereta ke Stasiun Pasoso, dan pengangkutan dari Stasiun Pasoso ke Pelabuhan Tanjung Priok.

”Kami juga menurunkan tarif layanan angkut peti kemas dari Rp 2,6 juta menjadi Rp 2,4 juta per kontainer agar bersaing dengan jasa trucking,” ujar Ahmad Sujadi, Kepala TPKB Gedebage.

Bambang menilai optimalisasi angkutan barang dengan KA berpotensi menyeimbangkan arus transportasi yang selama ini terpusat di jalan raya. Selain mendatangkan keuntungan, optimalisasi KA barang sekaligus memperpanjang umur perawatan jalan.

”Kami sepenuhnya akan mendukung, baik berupa peraturan untuk memberi kemudahan bagi operator dan pengusaha maupun pembangunan sarana dan prasarana,” ujar Bambang.

Pada kesempatan serupa, Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar menekankan, pihaknya akan mengkaji seberapa jauh efisiensi pengiriman produksi dengan angkutan kereta. (GRE)