Rabu, 24 Februari 2010

Pengiriman Ke Batam, Material untuk HCPT ( 3 )











Pengiriman Material berupa Pole pipa KWH, Ladder, Tray, Box KWH, Box ACPDB dan material lainnya kami ambil dari Gudang pada tanggal 12 Februari 2010. Kiriman material dengan tujuan 4 alamat atau 4 site yang semuanya di pulau Batam. Karena untuk penerimaaannya di Batam nya untuk 4 alamat maka dari waktu kami loading sudah kami pisah pisahkan dan kami beri tanda atau markingan untuk membedakannya.

Pengiriman ke Kangean, Tanjung Wangi, Banyuwangi






Tanggal 10 Februari 2010, Kami mengirim material berupa Valve hidrolik yang kami Pick Up dari PT Contromatic Prima Mandiri untuk dikirimkan ke PT Kangean Energi, Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur. Material tersebut kami ambil dengan truck, rupanya material tersebut belum di packing, jadi kami harus menunggu untuk proses pemackingan tersebut.
Baru sekitar jam 21.30, malam, selesai pemackingan dan langsung kami loading ke Truck dengan di bantu oleh orang gudang.
Karena selesai loadingnya sudah cukup larut malam, supir kami juga sudah cukup lelah dan kami tidak mau ambil resiko untuk perjalanan atau berangkat malam hari, maka truck kami berangkatkan pada pagi harinya. Material di terima di Kangean pada tanggal 13 Februari , pagi hari.

Rabu, 06 Januari 2010

Pemerintah Akan Rapikan Kawasan Sekitar Rel Kereta







Pemerintah akan melakukan relokasi penduduk sekitar kawasan rel sepanjang jalur kereta api mulai dari Stasiun Tanjung Priok sampai dengan Stasiun Kota, Jakarta. Upaya ini untuk menciptakan konsep pengembangan jalur kereta api.
Hal tersebut disampaikan Menko Kesra Aburizal Bakrie, saat jumpa pers seusai meninjau jalur kereta api lintas Stasiun Tanjung Priok-Stasiun Kota.
"Kami melihat kawasan-kawasan itu. Karena itu, kami minta pembersihan. Rumah-rumah kumuh harus ditertibkan," kata Menteri yang akrab disapa Ical ini, di Stasiun Kota, Jakarta, Jumat (8/5). Ia menilai hunian serta kegiatan ekonomi di sekitar kawasan tersebut sangat membahayakan.
Selain itu, pemerintah juga akan merapikan pengelolaan sampah di sekitar kawasan tersebut. "Masalah sampah harus dibersihkan karena menyangkut masalah kesehatan yang bisa menimbulkan masalah baru," tuturnya.
Menter Keuangan sekaligus Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati mengakui relokasi masyarakat di sekitar jalur kereta api membutuhkan upaya keras karena berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi.
Karena itu, untuk mengatasi masalah ini pemerintah akan mempertimbangkan berbagai dimensi seperti masalah infrastruktur. Kerja sama akan dibangun antara Departemen Perhubungan dan PT Kereta Api. Dephub dalam hal ini akan melakukan revitalisasi kereta api, serta jalur, dan kebersihannya. Sedangkan PT KA juga akan melakukan pembersihan jalur kereta api.
"Dephub dan PT KA yang menjadi operator harus melaksanakan secara terus menerus. Kerja sama dengan instansi lain dengan sendirinya akan dilaksanakan," tuturnya.
Sedangkan dimensi lainnya adalah dimensi sosial yang akan mempertimbangkan unsur penataan kawasan.

Angkutan Barang KA Akan Dioptimalkan






BANDUNG, KOMPAS.com - Departemen Perhubungan dan Departemen Perdagangan sepakat bersinergi mengoptimalkan moda transportasi kereta api, khususnya di sektor angkutan barang menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi biaya pengiriman logistik pelaku usaha.

”Kami menyadari potensi angkutan barang menggunakan KA. Namun, saat ini ada sejumlah bottleneck (hambatan) yang harus dihilangkan. Untuk itu, kami akan mempelajarinya dan membuat solusi terbaik untuk meningkatkan volume industri dan perdagangan,” kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di sela peninjauan Terminal Peti Kemas Bandung (TPKB) Gedebage, Selasa (1/12) di Bandung, Jawa Barat.

Ia mengakui, selama ini pihak PT Kereta Api selalu mengalami berbagai kendala ketika berencana mengoptimalkan angkutan barang dari TPKB Gedebage. Kendala tersebut, antara lain, berupa tarif angkutan yang kurang kompetitif dibandingkan dengan truk serta terputusnya akses jalur KA dari Stasiun Pasoso menuju Dermaga Tanjung Priok sepanjang 2,5 kilometer.

”Saat ini proses penyambungan jalur Pasoso-Tanjung Priok masih dalam tahap pembebasan lahan,” kata Bambang.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan Tunjung Inderawan mengatakan, pemerintah akan melanjutkan pembangunan jalur KA Pasoso-Pelabuhan Tanjung Priok yang dianggarkan Rp 61,9 miliar. Pembangunan dimulai akhir tahun ini.

Menurut Bambang, pemerintah tetap berkomitmen membuat angkutan barang dari TPKB Gedebage bisa langsung mencapai pelabuhan. Bahkan, mendekati terminal bongkar muat ke kapal. Dengan demikian, eksportir akan lebih tertarik mengirimkan barang menggunakan KA menuju Tanjung Priok.

Tarif kompetitif

Untuk lebih menarik minat pengusaha, pihak TPKB awal Oktober juga telah memberi penawaran tarif yang lebih kompetitif dengan layanan terpadu. Layanan itu meliputi penjemputan barang dari pabrik ke TPKB dengan truk, pengangkutan dengan kereta ke Stasiun Pasoso, dan pengangkutan dari Stasiun Pasoso ke Pelabuhan Tanjung Priok.

”Kami juga menurunkan tarif layanan angkut peti kemas dari Rp 2,6 juta menjadi Rp 2,4 juta per kontainer agar bersaing dengan jasa trucking,” ujar Ahmad Sujadi, Kepala TPKB Gedebage.

Bambang menilai optimalisasi angkutan barang dengan KA berpotensi menyeimbangkan arus transportasi yang selama ini terpusat di jalan raya. Selain mendatangkan keuntungan, optimalisasi KA barang sekaligus memperpanjang umur perawatan jalan.

”Kami sepenuhnya akan mendukung, baik berupa peraturan untuk memberi kemudahan bagi operator dan pengusaha maupun pembangunan sarana dan prasarana,” ujar Bambang.

Pada kesempatan serupa, Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar menekankan, pihaknya akan mengkaji seberapa jauh efisiensi pengiriman produksi dengan angkutan kereta. (GRE)

Rabu, 23 Desember 2009

Kiriman Valve untuk PT Kangean Energi, Banyuwangi.








Tanggal 8 Desember 2009, Kami mendapat muatan barang berupa Valve untuk dikirimkan ke PT Kangean Energy Indonesia, Banyuwangi, Jawa Timur.
Material berupa Valve dan perlengakapannya dengan berat sekitar 1 ton, di masukan ke dalam Peti dengan cara disusun supaya rapi. Karena di gudang pengirim tidak ada alat atau forklift untuk mengangkat peti tersebut ke atas Truck, maka dengan terpaksa, isi peti tersebut di keluarkan terlebih dahulu, baru peti kosongnya dinaikan ke atas truck, setelah itu isinya disusun kembali .
Truck berangkat dari gudang di Daerah Pondok Ungu, Bekasi sekitar jam 16.00. hari Selasa tanggal 8 Desember 2009, dan tiba di PT Kangean, BAnyuwangi, tanggal 10 Desember , jam 8.00.

Jumat, 06 November 2009

Tanggung Jawab Terhadap Hilang Atau Rusaknya Kiriman Barang











Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia akan sarana angkutan semakin meningkat misalnya sarana angkutan pengiriman barang dari suatu tempat ke tempat lain melalui jasa angkutan kereta api pada PT KAI (Persero).
PT KAI (Persero) merupakan salah satu badan usaha milik negara yang bergerak dibidang pelayanan jasa pengangkutan, adapun pelayanan jasa pengangkutan yang diselenggarakan oleh PT KAI (Persero) adalah pelayanan jasa pengangkutan penumpang , pengangkutan barang dan usaha pendukung misalnya, sewa menyewa kios/ruang stasiun, sewa menyewa lahan. PT KAI (Persero) sebagai pihak penyelenggara pengangkuatan yaitu masalah sejauh mana tanggung jawab PT KAI (Persero) terhadap hilang atau rusaknya kiriman barang. Dan upaya apa yang dilakukan oleh PT KAI (Persero) apabila terjadi hilang atau rusaknya kiriman barang serta bagaimana penyelesaiannya.
Berangkat dari hal tersebut, dapat dipergunakan untuk mengantisipasi terhadap pendistribusian pengangkutan kiriman barang lewat sarana angkutan kereta api pada saat dalam perjalanan, sehingga resiko terhadap hilang/rusaknya kiriman barang dapat ditekan dengan minimal mungkin.
PT KAI (Persero) sebagai pihak penyelenggara pengangkutan memahami benar akan tanggung jawabnya sehubungan dengan kerugian yang mungkin timbul bagi pengirim barang akibat kesalahan/kelalaian pihak pengangkut. Maka dari itu PT KAI (Persero) wajib mengasuransikan tanggung jawabnya tersebut pada pihak asuransi Jasa Raharja Putra sebagaimana ketentuan pasal 34 UUKA No 13 tahun 1992. Dengan demikian sebagian tanggung jawab pengangkutan beralih pada perusahaan asuransi.
Apabila ada tuntutan ganti rugi dari pengirim maka pihak pengangkut (PT KAI (Persero)) memberikan bantuan yang berkaitan dengan proses lebih lanjut untuk proses penuntutan ganti rugi ke pihak asuransi Jasa Raharja Putra.
Dengan demikian, ini menunjukkan bahwa perusahaan angkutan kereta api PT KAI (Persero) bertanggung jawab terhadap hilang/rusaknya kiriman barang. Apabila pengirim menderita kerugian akibat hilang/rusaknya kiriman barang dari kesalahan/kelalaian pihak pengangkut maka perusahaan angkutan kereta api melalui perusahaan asuransi Jasa Raharja Putra akan memberikan ganti rugi sesuai dengan ketentuan secara tertulis dengan dilampirkan
-surat berita acara kehilangan/kerusakan
-surat telegram dari kepala stasiuntujuan dengan adanya kehilangan /kerusakan kiriman barang
-surat pernyataan dari pengawal barang
-daftar macam barang yang diangkut

Selasa, 03 November 2009

CARGO DARAT ANGKUTAN BARANG PANEL TELKOM







Tanggal 31 November 2009, kami mendapat muatan untuk mengangkut material berupa Box Panel Outdoor untuk Kabel Fiber Optik Telkom. Barang yang kami ambil dari PT Sarana Jaring, Kebon Jeruk dikirim ke 3 Alamat yaitu, Untuk Gudang Purwokerto, Gudang Pekalongan, dan Gudang Solo. Selain Box Panel, kami juga ambil metrial tambahannya di Gudang Qdc Manggarai berupa, Ladder, Besi Rood, Stainless Strapp, Clamp Strapp dll.
Truck selesai Loading jam 21.30, dan keluar dari Gudang Qdc Manggarai jam 22.00.
Material tiba di Purwokerto sekitar jam 11.00, tiba di Pekalongan jam 15.00 dan terakhir tiba di Gudang Solo jam 21.00.

Senin, 02 November 2009

KIRIMAN BARANG BANTUAN KE PADANG








Tanggal 24 Oktober 2009, Kami mendapat muatan mengangkut barang material bantuan untuk korban Gempa Bumi di Padang, Sumatera Barat.
Barang Material bantuan tersebut di peruntukan untuk renovasi bangunan di Universitas Andalas kota Padang. Barang yang kami kirim berupa; Cat, Tinner, Panel Pintu, kusen kusen, Keramik dll.
Barang kami muat dari daerah Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Karena berupa barang bantuan dan sifatnya segera, kami menggunakan Truck Colt diesel, dan setelah loading kami segera berangkat, dan tanggal 28 Oktober sudah sampai di lokasi.